Total Tayangan Halaman

Senin, 31 Oktober 2011

Aku Bukan Cinta Tarakhirmu

Cintaku karam dilautan
kandas di tengah jalan
ternyata kita berbeda, terlalu berbeda
bagaikan langit dan bumi
kau jauh aku makin jauh

Mungkin tak kita sadari
cinta kita semakin berkurang
setiap waktu, setiap hari
dihempas gelombang
diterpa angin topan
jalan kita sudah berbeda
kau di sana aku di sini

Tak mau kumenyakitimu
cintaku sadarkanku
aku pernah mencintaimu sedalam hatiku
meski kini semua berbeda
kau pergi aku pergi
cinta hilang dan berganti

Maafku tak mampu bertahan
disini kuharus akhiri cinta ini
meski kutahu kau akan sakit hati
sayang ku aku bukanlah cinta terakhirmu

Apa Salahku

                          By AGUS SALIM

Masih jelas terekam senyummu
saat kau datang dan buka hatiku
menyentuhku dengan lembut sampai disadarku
aku telah mencintaimu

Semua berbeda
jauh kini kau tinggalkanku
tanpa bayanganmu sendiri kulewati hari
hampa terasa tak sanggup bila begini

Apa salahku kau permainkanku seperti ini
kau beri janji dan kau ingkari
tidakkah kau mengerti
sakit yang kurasa
tak sanggup ku menahan perih ini

Teringat kuteringat
indahnya pagi itu
kau ada dipelukanku
hangat kurasa ...

Sheikh Mishary Al afasy, Surat Al Mulk from studio

Kamis, 27 Oktober 2011

RINDUKU

Kuingat hatiku merindumu lagi
kau jauh pergi lama
kuterus menunggu
rinduku menyentuh uluh hatiku
sudah kunyatakan
kau kan kembali
tak perlu ku sesali
hanya rinduku makin dalam

Bagaimana ku mengatasi ini
rinduku merajam hati
mencoba mengenang lagi
mimpi-mimpi indah
memberi pada malam
rinduku belaianmu
sentuhanmu
senyumanmu
rinduku begitu dalam
menyatakan cintaku
kuingin bertemu

sudah lewati getirnya awan kelabu
menembus ruang waktu
dihatiku masih merindu
tak sanggup hanya sebatas ini
kuingin menyentuhmu
kau disisiku disini temaniku

                                 By AGUS SALIM

Agnes Monica - "Rindu" Official Video Premiere

Agnes Monica - Rindu

AGNES MONICA R A P U H

HILANG

    By. Agus Salim

Dalam cinta kukatakan
sejujurnya perasaanku padamu
mungkin kau  tak mengerti sesungguhnya kenyataan ini
meski kau sudah di hatiku
temaniku selama ini

tapi kuharus katakan ini

Hilang sudah hasratku padamu
kau telah berbeda
tak sama
seperti dulu
kau telah berbeda
begitupun cintamu padaku
kau bukan lagi orang yang ku kenal dulu


Kutak mau kau terluka
kutak juga ingin kau pergi dariku
tapi... kumohon kembalilah
jadilah dirimu sendiri
itu cukup untuk bahagia kan ku...

Oh... sayangku
tidakkah kau mengerti
kucintaimu karna kau memang pantas untuk itu
kau tak harus berubah
hatiku sudah untukmu....

ART the HEART: DUNIA PENDIDIKAN KITA HARI INI

ART the HEART: DUNIA PENDIDIKAN KITA HARI INI

Penampakan Aneh Bumi Dari Gambar Satelit

Ada beberapa struktur dari permukaan tanah di bumi kita yang menarik jika dilihat dari ketinggian tertentu lho.. beberapa ruas jalan bahkan berbentuk gambar yang aneh bahkan membentuk lukisan wajah orang.

Kadang pikiran kita tidak sanggup memecahkan misteri ini,bagaimana bisa orang-orang dulu menciptakan jalan berbentuk gambar jika dilihat dari angkasa/satelit ? padahal jangankan satelit,pesawat aja belum ada.Lalu bagaimana yah cara membuatnya?hmm... masih menjadi misteri aneh yang belum bisa di pecahkan sampai hari ini.berikut ini adalah foto-foto permukaan bumi atau jalan yang membentuk gambar aneh tersebut..





Pada permukaan sebuah dataran batuan kering dan panas seluas lebih kurang 520 km2 di Nazca, bagian sebelah barat daya Peru,terdapat temuan arkeologi menakjubkan dan misterius. Yaitu format-format buatan berukuran raksasa yang membentuk berbagai gambar tertentu.

Lokasi yang berada di antara Pegunungan Andes dan pantai Peru ini pertama kali diketahui ketika sebuah penerbangan komersial mulai melintas di atas padang Nazca pada tahun 1920-an. Pilot dan penumpang pesawat tersebut melaporkan adanya bentuk garis pendaratan pesawat primitif pada tanah di bawah mereka.





Gambar di sebelah ini merupakan beberapa jalur-jalur yang membentuk gambar jika dilihat dari angkasa.Banyak yang memperkirakan bahwa pola-pola jalan tersebut dibuat oleh makhluk lain selain manusia.Hal tersebut mungkin masuk akal jika dilihat dari besarnya ukuran gambar tersebut.


Sehingga kita hanya bisa melihatnya dari ketinggian / angkasa dan kemudian baru akan tampak bentuk-bentuk seperti berbagai pola garis dan spiral geometris, bunga, seekor kera, laba-laba, burung, biawak/kadal, hingga astronout.Yang mengagumkan adalah,pola tersebut dibuat dengan goresan-goresan yang rapi dan presisi tinggi di atas permukaan media (padang / batuan) yang digunakan. Sebuah pola garis ada yang panjangnya hingga mencapai 65 km.wow..!







The Monkey, panjang 55m - Pola Jalan yang satu ini menyerupai gambar seekor kera jika dilihat dari atas.Lalu bagaimana teknik membuatnya?tentunya kalau kita pikir dengan logika,seharusnya ada "seseorang" yang mengamati pembuatan tersebut dari angkasa bukan?,kalau tidak seperti itu,kemungkinan besar,pasti gambar-nya tak akan berbentuk.. Dan hebat nya adalah,proses pembuatan pola jalan ini memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun.. pertanyaannya adalah,sudah adakah pesawat pada saat itu?Anda dapat melihat ini dengan layanan Google Earth coordinates: 14º42'26.66" S - 75º08'20.38"O.





The Hummingbird, panjang 50m - Berbentuk menyerupai burung Hummingbird.Gambar ini terdapat di Nazca Lines yang merupakan salah satu tempat didunia yang sampai saat ini masih banyak diliputi misteri.Banyak pertanyaan-pertanyaan muncul mengenai asal usulnya.Peradaban mana yang telah menciptakannya?apakah tujuan dari pembuatan itu sendiri?Para ahli pun tidak bisa mengeluarkan jawaban pasti untuk tempat aneh ini.





Nazca Lines terletak di Kawasan Pampa,Propinsi Nazca,Peru.Kawasan disebelah selatan Ibu kota Peru ini terdiri dari hamparan tanah tandus seluas kurang lebih 450 km persegi.Tempat ini sendiri baru mulai marak diperbincangkan pada era tahun 1920'an,bermula dari cerita kebanyakan para penumpang pesawat terbang yang melintas daerah Nazca,mengaku seperti melihat garis-garis samar membentuk berbagai macam bentuk makhluk hidup (hewan) dengan dimensi yang besar.(tahun 1920'an bisa dibilang merupakan era baru dalam penerbangan komersial di wilayah Amerika - istilah katanya,penerbangan baru ngetrend saat itu).Lho??makin bingung aja nih siapa "seniman" hebat yang bisa terbang itu... ^^





The Guanay (guano bird), panjang 280m - Bentuk yang tidak jauh berbeda dengan The Hummingbird lines,pola yang dibuat pada lahan ini adalah pola berbentuk hewan burung juga.. Namun jenis burung ini adalah Guanay.Dari hasil observasi,didapat kesimpulan bahwa ini dibangun kira-kira sekitar 2000 tahun yang lalu.Namun,sampai saat ini,penjelasan mengenai peradaban manakah yang telah membuat Nazca Lines masih belum bisa dipastikan.Karena tingkat kerumitan dalam pengerjaannya, banyak orang berbendapat bahwa Nazca Lines diciptakan oleh makhluk luar angasa atau Alien.





Menurut mereka apakah mungkin peradaban zaman dulu dengan peralatan yang mungkin sangat sederhana mampu membuat Nazca Lines dengan bentuk yang sangat sempurna dan berdimensi besar seperti itu.Satu hal yang layak diacungi jempol adalah,pencipta pola jalan tersebut mengikuti kaedah astronomi,misalnya mengikuti suatu petunjuk tata letak dari rasi bintang.Hal yang susah dilakukan bahkan dengan teknologi sekarang ini.





The Killer Whale, panjang 65m - begitulah sebutan para ilmiah untuk pola yang satu ini.. kalau diartikan dalam bahasa indonesia adalah "Ikan Paus Pembunuh".Jujur,saya sendiri tidak dapat menangkap gambaran ikan paus dalam foto ini,tapi koq bisa disebut The Killer Whale yah?? apa saya yang kurang jeli dalam memperhatikan??hehe...


Yang jelas,struktur dari pola paus ini rumit sekali untuk dibuat,coba lihat saja berapa banyak liukan yang terdapat dalam gambar ini.Menurut logika terbatas saya,saya bisa membayangkan bahwa proses pembuatan nya pasti sulit sekali.Apalagi kalau membuatnya dengan perkiraan saja tanpa ada yang meng-instruksi hasil nya dari angkasa.




Saya belum dapat mengetahui apa sebutan yang pasti untuk pola yang satu ini.. Namun sesuai dengan yang anda lihat pada gambar disamping,terlihat jelas bukan bentuk yang tercipta dari garis-garis jalan tersebut?yapz!!!,anda benar.. Pola tersebut membentuk hewan anjing atau serigala.Lokasi dari tempat ini juga berada di Nazca Lines,peru.Apakah makna dari gambar-gambar hewan yang diciptakan ini?membingungkan...










The Spider, panjang 46m - berbentuk gambaran dari seekor laba-laba.Bahkan gambar ini mempunyai rincian setiap lekuk yang sempurna.Mungkin kalau kita tidak mengetahui bahwa gambar ini diambil dari udara,kita akan menganggap ini sebagai garis gambar biasa yang di gambar di pantai.. ^^.Dengan panjang sekitar 46m,tentunya ini bukan gambar yang mudah di buat.Lebih rincinya anda bisa melihatnya dari Google Earth coordinates: 14º41'39.63" S - 75º07'21.72"O










Gambar yang menyerupai astronot (Mirip Alien juga sich kayaknya^^) ini dapat anda lihat dari layanan satelit yang disediakan oleh pihak Google Earth coordinates: 14º44'42.79" S - 75º04'47.08".


Gambar ini berada persis di sebuah bidang tebing di dekat daerah Peru tersebut.Tentunya anda sudah bisa memperkirakan donk berapa besar dari gambar di tebing ini?yang jelas ngga' cuma sekecil foto 2x3 hehe..












Ada beberapa pola gambar lagi di Nazca Lines ini.. berurut dari kiri ke kanan - Ada gambar Suku Primitif,Gambar yang menyerupai tangan besar dan 2 buah Gambar berupa simbol misterius yang konon dikatakan sebagai patokan landasan mendaratnya UFO.. Believe it or not..^^





Beralih dari Arsip Mengenai Nazca Lines,kita meuju ke beberapa tempat lainnya yang kurang lebih sama jika dilihat dari ketinggian tertentu.






Pada sebuah milis rsgisforum,sebuah email dari member bernama papa Choky memuat satu link ke google maps yang menuju pada suatu lokasi di 16°20′03.62″ LS dan 71°57′40.03″ BB. Dimana titik koordinat tersebut menunjukkan sebuah gambar lokasi yang jika dilihat dai udara menyerupai wajah seorang manusia.


Lokasi tersebut berada di sebuah daerah Peru, Amerika Selatan. Dari ketinggian tertentu (sekitar 12 km dari permukaan) bisa terlihat suatu bentukan raut muka seseorang. Jarak dari “dahi” ke “janggut” sekitar 7 (tujuh) km. Dan arah Utara adalah benar-benar arah tegakan kepala.



Di sebuah situs Rooster yang berjudul Amazing Google Earth Image,ada sebuah link lagi menuju gambar aneh permukaan bumi.Dimana kali ini,lokasi tersebut berada pada koordinat 50°00′37.73″ LU dan 110°06′50.91″ BB yang menuju ke sebuah daerah di Canada,Amerika selatan.Dapat dilihat dengan jelas sebuah bentuk wajah dari samping.


Gambar disebelah ini dilihat pada ketinggian sekitar 1,8 km dari permukaan.Terlihat ada 2 sosok wajah disana,yang satu berjenggot dan yang satu seperti sedang memakai topi di atas kepalanya.









Gambar diatas bukan lah gambar sebuah topeng,melainkan sebuah Monumen yang diambil dari sebuah satelit yang ber-operasi mengitari Planet Mars.Kira-kira sudah bisa menangkap bukan?hehe.. ini adalah gambar yang tertangkap pada permukaan Planet tersebut.Banyak teka-teki yang belum bisa dijawab mengenai hal ini.. Monumen ini terbidik pertama kalinya oleh Viking 2 ketika sedang menyisir planet ini pada tahun 1972.. Apakah benar ada kehidupan di Mars?





Crop Circle - merupakan fenomena alam penuh misteri yang sampai saat ini paling sering di jumpai.Sudah hampir 350 tahun semenjak kemunculannya pertamakali di Inggris pada tahun 1647, sampai sekarang belum ada jawaban yang pasti bagaimana cara mereka terbentuk.

Crop circle sendiri adalah lingkaran aneh yang sering terbentuk diatas ladang gandum (biasanya pada musim semi dan panas) , uniknya lingkaran-lingkaran yang bentuknya sangat sempurna dan memiliki tingkat kerapian dan ketelitian yang tinggi tersebut terbentuk dalam waktu sekejap saja.Lingaran-lingkaran pada crop circle biasanya terbentuk dengan dimensi yang lebar dan besar.

Crop Circle banyak muncul di daerah pertanian gandum Amerika,Inggris,Rusia,Australia,dan sebagian Asia.Namun sebagian besar banyak ditemui di Inggris terutama di Kota Winchester.Yang menarik dari Crop Circle adalah macam-macam bentuk dari lingkarannya,bahkan penampakannya tidak hanya berupa lingkaran saja,namun sempat beberapa kali Crop Circle membentuk citra makluk hidup seperti kalajengking,bunga matahari,Lebah,dll.

Kemunculannya di Rusia beberapa tahun yang lalu sangatlah menakjubkan,dimana mereka bermunculan silih berganti.Masyarakat sekitar yang melihatnya sungguh tidak mengerti,bagaimana cara mereka bisa terbentuk secepat itu.dalam kurun semalam saja,sekitar 6-7 crop circle dengan ukuran yang besar telah terbentuk dihamparan ladang gandum mereka.Yang membuat mereka semakin berdecak kagum adalah macam-macam bentuk dari crop circle itu sendiri,ada yang membentuk citra bunga matahari yang luar biasa indahnya.

Beberapa bentuk dari pemunculan Crop Circle ini dapat anda lihat pada gambar dibawah ini.










Adam Bridge,atau yang kerap dijuluki Rama Bridge merupakan salah satu "Mysterious Places in the World's".Jembatan purba misterius sepanjang 18 mil (30 Km) yang menghubungkan antara Manand Island (Srilanka) dan Pamban Island (India) ini diperkirakan telah berumur 1.000.000 tahun lebih!

Citra dari Rama Brige sendiri sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena letaknya yang tidak terlalu dalam,yaitu hanya tergenang sedalam kira-kira 1,2 meter (jika air laut sedang surut).

Status dari jembatan tsb masih merupakan misteri hingga saat ini,menurut tafsiran para ahli,diperkirakan mungkin Rama Bridge sangat erat kaitannya dengan Epos terkenal India, Ramayana.





Srilankan Archeology Department telah mengeluarkan suatu statment yang menyebutkan usia Rama Bridge mungkin berkisar diantara 1.000.000 hingga 2.000.000 tahun,namun apakah jembatan ini benar-benar terbentuk secara alami ataukah merupakan suatu mahakarya manusia hal itu belum bisa mereka terangkan.(Misteri Kita)

DUNIA PENDIDIKAN KITA HARI INI

Hari ini tanggal 28, setelah luka kemarin yang begitu dalam, aku bangun pagi menyongsong matahari yang tak begitu cerah ditambah hujan rintik-rintik membuat malas tubuh untuk beranjak dari meja belajar. Setelah sholat subuh aku langsung meraih bolpain lalu secarik kertas bekas kemarin menulis laporan biologi, pada lembaran yang kosong aku mulai menulis kata-kata di atasnya. Waktu berlalu cepat, sudah jam 06:25, aku buru-buru kekamar mandi lalu mandi, jangan sampai terlambat masuk kuliah, apalagi hari ini kuliah PengLing (penegtahuan lingkungan), kami sudah buat janji dengan dosennya yang terlambat lebih dari 15 menit sudah tidak bisa masuk lagi, termasuk dosennya jika terlambat lebih dari itu maka mahasiswa punya hak untuk pulang dan ini adalah cara tebaik untuk mendisiplinkan mahasiswa dan dosen. Jlan menuju kampus biasanya saya tempuh selama 50-60 menit itupun kalo tidak macet, tapi kalo macet bisa-bisa sampe satu jam. Hari ini karna saya agak terlambat berangkatnya saya harus memacu motorku lebih kencang lagi, meski jalanan Galesong-Barombong rusak kategori menyebalkan yang bisa buat motor terjungkil balik saking banyaknya lobang-lobang disana sini. Saya juga heran kemana semua pajak yang kami  bayarkan setiap tahunnya kenapa jalanan ini belum juga diperbaiki. Andai jalan ini bagus dan cukup luas maka saya yakin saya bisa menempuh jarak kurang lebih 30 menit saja sudah ada dikampus, inikan bisa menghemat waktu daripada kita habiskan seharian dijalan karna macet. Apalagi saat pulang kuliah, wow... macetnya tidak ketulungan kayak Jakarta saja. Setelah sampai dikampus teman-teman dekat jurusan udah sepi, saya pikir saya sudah terlambat, laitin jam sudah jam 07:36, saya sudah terlambat 6 menit dari waktu 07:30, saya sedikit lega karna itu artinya saya masih bisa masuk kuliah PengLing itu.Ehhh... tiba-tibanya datang Arif teman satu jurusan nyosor langsung parkir motor, aku sudah mau berlari kencang ke jurusan malah ditahan ama dia dengan 2 kata yang sangat mengagetkanku ''belom masuk'' sontak aku berhenti, lalu menaatapnya tajam, ia lalu mengarahkan matanya kearah sebuah tempat dimana-temanmu asyik duduk dan bercanda ria. Haaa...Dosennya terlambat juga, menyebalkan! sudah buru-buru, mengancam nyawa dijalanan, ehh, dosennya telat. Bgaimana bisa dunia pendidikan kita maju kalau begini terus. NOL BESAR yang kita DAPAT. Yah... jadinya nunggu dimasjid sama teman-teman yang lain. Ditunggui sampe jam 09:00 tidak datang-datang juga. MAALAS JADINYA... LEBIH BAIK PULANG KALO BEGINI!



DAN WARNET JADI SASARAN!

Rabu, 26 Oktober 2011

Topeng Bahgie di Tepi Keloyang

Oleh Adryan Yahya
Seperti layaknya gadis-gadis lain, aku juga memiliki impian; kelak bisa membangun bahtera rumah tangga bahagia dalam balutan kasih sayang dan cinta. Memiliki suami berwajah rupawan, serta menimang-nimang bayi mungil dengan gelak tawa riang. Akankah segala harapan itu dapat terwujud menjadi nyata?
***
Aku tak tahu entah sejak kapan wajahku berubah menjadi buruk rupa. Aku juga tak tahu kenapa kutukan menyemai sejuta bulu-bulu kera di wajahku. Yang kutahu, semua orang membenciku. Ibu-ibu yang melihatku melempar caci dan mengusirku dengan kata-kata kasar. Seolah-olah aku seonggok bangkai busuk yang menebarkan virus mematikan. Sebegitu hinanyakah aku?
Kupandang seraut wajah yang memantul di cermin hias—di depanku. Kulihat bulu-bulu halus tumbuh semakin lebat di wajahku. Bulu-bulu itu kini sudah memenuhi seluruh permukaan wajahku. Air mataku menitik. Perih menyerusup di relung hatiku. Tuhan… apa dosaku sehingga wajahku diserupakan selayak wajah cigak[1] seperti ini? Sampai kapan derita ini harus kujalani? Selayaknya gadis-gadis lain, aku juga memiliki impian; kelak bisa membangun bahtera rumah tangga bahagia dalam balutan kasih saying dan cinta. Memiliki suami berwajah rupawan, serta menimang-nimang bayi mungil dengan gelak tawa riang. Namun segala harapanku serupa menantikan kayu ara tak bergetah. Hatiku tercabik-cabik. Perih!
Kulihat dari bibir jendela, Paman Harun tengah memandikan topeng bahgie[2] warisan Datuk Bonai dengan kembang tujuh rupa di tepi keloyang[3] berair jernih. Ritual itu rutin ia lakukan setiap 40 hari sekali. Terkadang diselingi dengan nyanyian syair Puan Serayu dan mantera uang bunian yang dilagukan dengan iringan petikan kecapi. Merdu sekali.
Kata Paman Harun, topeng bahgie itu adalah topeng kebahagiaan. Siapa saja yang memakainya, hidupnya akan selalu bahagia. Aku gegas mengenakan topeng itu untuk membuktikan. Ternyata perkataan itu bukan omong kosong belaka. Aku tersentak. Sesuatu yang ajaib seperti mengulung-gulung tubuhku. Tentram, aman, damai, melebur menjadi satu di tubuhku saat permukaan topeng berwarna putih gading dan beraroma kasturi itu menyentuh permukaan wajahku yang penuh bulu. Wajahku seketika bercahaya bak bulan purnama yang menyala di tengah kegelapan malam. Cantik rupawan serupa bidadari yang turun dari negeri khayangan.
Gegas kususut air mata saat kulihat Paman Harun mengangsur langkah menghampiriku. “Masinta, kenakanlah topeng bahgie ini. Mainkanlah kecapi di tepi keloyang dengan penuh kelembutan. Siapa tahu ada pangeran tampan yang sudi menjemutmu.” Paman Harun membuhul senyum simpul.
Seketika, mataku berbinar-binar. Kubayangkan wajah pemuda tampan yang sering mengunjungiku saat aku memainkan kecapi di tepi keloyang. Kalimba, begitulah nama pemuda itu. Ah, hingga kini, telah masuk bulan ke 2 pertemuan kami, tapi aku masih merahasiakannya dari Paman Harun.

*
Tam tam tam…
Puan Serayu, hoi Puan Serayu
Mencobur badan, hoi mencobur badan
Beronang-ronang, hoi masuk keloyang
Cengol tenggolam, hoi masuk keloyang,
Tam tam tam hoi
Tam tam tam…
Kunyanyikan dendang syahdu Puan Serayu dengan iringan denting kecapi yang kupetik dengan penuh kelembutan. Seketika, rindu yang teramat sangat bergemuruh di lubuk hati. Seperti seorang gadis yang telah bertahun-tahun tak berjumpa kekasihnya.
Ah, tidak! Kalimba bukan kekasihku! Kami hanya berteman. Namun karena seringnya bertatap muka, perasaan lain tumbuh bersemi di hatiku. Walau sulit mengungkapkannya, kuakui, aku benar-benar mencintainya. Sungguh! Harapanku kelak, dia mau menjadi pendamping hidupku. Memberiku kebahagiaan dan cinta, serta anak-anak berwajah rupawan yang tertawa riang. Ah, sungguh aku tak sabar menanti masa-masa itu tiba.
“Masinta, semakin hari, suaramu terdengar semakin merdu. Saat kupejam mata, syair yang kau dendangkan seperti nyanyian bidadari yang turun dari nogo-i banduan[4].” Sebuah suara mengeriap di telingaku.
“Ah, Kalimba? Di mana kau?” Aku memendarpadangmencari-cari dengan kerinduan membuncah.
Tiba-tiba permukaan keloyang bergelombang. Aku terkesiap. Percikan air serupa anak panah melesat membasahi wajahku! Mataku membulat. Kukibas-kibas pakaianku yang basah.
“Ha ha ha…!” wajah Kalimba muncul di permukaan keloyang lalu berenang ketepian. “Dalam keadaan panik seperti ini wajahmu terlihat semakin cantik saja!” Kalimba terus tertawa seraya naik ke bibir keloyang lalu duduk di sampingku. Aku meninju lengannya dengan pipi memerah.
“Kukira ada antu aiyo[5] yang mandi di tengah keloyang. Rupanya kau! Hampir saja aku mati kejang karena ketakutan!” sungutku sambil menyapu wajahku yang basah dengan lengan baju. Kalimba tersenyum. Kupandangi tubuhnya yang basah. Lekuk pundak kekarnya tampak jelas memesona di mataku.
“Aku jadi teringat Ibuku.” Kalimba memandang wajahku lekat. Matanya yang teduh membuat dadaku berdebar kencang.
“Ibumu?”
“Ya. Dia mirip sekali denganmu jika sedang marah.”
Aku tersenyum kecut.
“Ah, betapa rindunya aku padanya.” Suara Kalimba melirih. “Kau tahu? Hingga kini, telah 6.000 tahun aku tak pernah bertemu lagi dengannya.”
Aku tergelak mendengar kelakarnya. “Kukira tulang belulangmu telah remuk menyatu dengan tanah. 6.000 tahun? Hi hi hi… berguraumu terlalu berlebihan!”
“Hei, kau kira aku bercanda? Aku sungguh-sungguh!” Kalimba meraih lenganku lembut.
Aku menoleh, memandang wajahnya lekat. Dari sorot matanya yang tajam, terpancar kesungguhan yang sangat.
“Dulu Ibuku sering mandi di keloyang ini untuk memercantik diri.” Kalimba mulai berkisah. “Untuk dapat turun ke bumi, Ibuku tertebih dahulu harus mengenakan topeng bahgie agar wujud seloncak[6]-nya dapat berubah menjadi manusia.”
Aku tercekat. “Topeng bahgie?”
“Ya, topeng bahgie. Ibuku selalu mengenakannya saat akan turun ke bumi.”
Dadaku berdegup kencang. Apa mungkin ada topeng bahgie lain? “Apakah ibumu masih sering mandi di keloyang ini? Kenapa aku tak pernah melihatnya?”
“Sejak topeng bahgie itu hilang, Ibuku tak pernah lagi mandi di keloyang ini.”
Aku terhenyak mendengar pengakuannya. Topeng bahgie ibunya hilang? Apa mungkin topeng yang aku kenakan ini adalah topeng bahgie milik ibunya yang hilang itu?
“Aku sungguh menyesal telah menghilangkan topeng itu.” Suara Kalimba bergetar.
“Kau?”
“Ya. Waktu itu aku ingin sekali turun ke bumi dan merasakan sejuknya mandi di keloyang ini. Namun, setiap kali kuutarakan keinginanku, Ibu tak pernah mengizinkan. Kutanya alasannya, Ibu tak pernah memberi jawaban. Aku kesal. Diam-diam, tanpa sepengetahuan Ibu, aku pun mencuri topeng itu lalu mengenakannya. Hanya dalam hitungan detik, aku sudah bisa menginjakkan kaki di bumi. Ah, betapa senangnya! Aku akhirnya bisa mandi dan berenang sepuasnya  di keloyang ini.” Kalimba menarik nafas dalam-dalam. “Usai mandi dan berpakaian kembali, aku baru tersadar, topeng yang kukenakan telah terlepas dari wajahku. Aku panik bukan kepalang. Tanpa topeng itu, aku tak kan bisa kembali ke nogo-i banduan…” Kalimba menghela nafas berat. Nyeri mengeriap di ujung tutur katanya. “Mungkin sudah takdirku bernasib malang. 6.000 tahun membilas peluh, menyiang setiap inci bumi, namun topeng bahgie itu tak pernah berujung temu. Padahal kerinduanku akan Ibu sungguh tak tertahankan lagi…” air mata Kalimba meluncur deras.
Aku beku dalam ngilu. Dapat kurasakan betapa sakitnya ia. Namun, semakin dalam kurasai tangisnya, semakin nyeri pula belati yang menusuk hatiku.
Kalimba meraih sebuah gulungan dari balik pakaiannya. Perlahan direntangnya gulungan itu hingga dapat kulihat sepotong lukisan itu menampakkan wujud cantik bidadari yang melempar senyum ke arahku. Songket sutera ungu muda yang dikenakan membuatnya semakin memesona. Sebuah topeng putih gading menyembul dari balik jemari lentiknya. Aku mengerjap-ngerjap penuh kekaguman.
“Dia pasti ibumu…” ucapku rendah tanpa memalingkan wajah dari lukisan itu.
Kalimba mengangguk. “Andai topeng bahgie itu bisa kutemukan kembali, aku bersumpah akan bersujud di kakinya memohon ampun atas kedurhakaan yang telah kuperbuat. Akan kulepas dahaga rinduku dengan memeluknya erat…” Kalimba tersedu-sedu. “Tapi, kemana lagi akan kucari topeng bahgie itu jika setiap inci bumi menyatakan tiada? Akankah kuperam rinduku hingga aku mati?”
Tubuhku bergetar. Air mata yang sejak tadi kutahan meluncur tak terbendung. Dadaku semakin sesak menghadapi kenyataan, bahwa: topeng bahgie yang selama ini Kalimba cari-cari melekat di tubuhku. Jika aku kembalikan, maka aku akan kehilangan kekasih yang teramat kucintai untuk selama-lamanya. Wajah jelita yang selama ini ada padaku takkan pernah lagi menjadi penghibur piluku. Aku akan merajut tangis, luka, dan sesal sepanjang usia dalam wujud buruk rupa hingga ajal menjemputku. Apa aku sanggup menjalani segala derita ini?
Jika topeng bahgie itu tak kuberikan, maka sungguh aku telah teramat zolim merenggut sebuah kebahagiaan di atas penderitaan orang lain. 6.000 tahun adalah penantian teramat panjang. Tegakah aku mengubur rindu Kalimba pada ibunya yang telah ia perjuangkan dengan keringat dan darah berujung sia-sia?
Ah, sudah saatnya aku berkorban! Walau pengorbanan ini teramat menyakitkan, namun kuyakin, kelak seluruh bahagia yang kuberikan akan menjadikanku mulia di sisi Tuhan.
“Masinta? Kau menangis?” Kalimba menyusut embun yang berenang di pipiku. “Maafkan aku. Tidak seharusnya aku menceritakan semua penderitaanku padamu hingga membuatmu sedih.”
“Aku menangis bukan karena sedih, tapi karena bahagia.”
“Bahagia?”
Kuseka sisa air mataku lalu tersenyum hangat. “Sebentar lagi kau akan mendapatkan kembali kebahagiaanmu.”
“Maksudmu?”
“Kau akan bertemu dengan ibumu kembali.”
“Hah? Bagaimana mungkin?”
“Kau akan mendapatkan kembali topeng bahgie-mu yang telah hilang!”
“Kau jangan bergurau!”
“Aku sungguh-sungguh! Topeng bahgie itu ada padaku. Dan aku akan segera mengembalikannya padamu!”
“Ya Tuhan… di mana topeng itu? Aku ingin segera memakainya! Aku ingin kembali ke nogo-i banduan! Sungguh, aku sudah tak sabar ingin mencium dan memeluk Ibuku kembali!” kedua lengan Kalimba yang melekat di pundakku membuat tubuhku terguncang-guncang. Kupandang wajahnya. Sungguh, wajah itu berseri-seri. Belum pernah aku melihat ia sebahagia ini sebelumnya.
“Tunggulah besok pagi di tepi keloyang ini. Aku berjanji akan memberikannya padamu,” kulempar senyum termanisku. Ia membalas dengan senyumnya yang menawan.
Aku memutar tubuhku dengan dada teriris. Saat kulangkahkan kaki, air mataku tumpah dengan derasnya.
*
            Pagi masih berselimut kabut. Aku merapatkan selendang penutup kepala. Segera aku bersembunyi di balik pohon ara saat kulihat bayangan Kalimba melangkah menghampiri keloyang.
Aku mengintip dari celah akar yang menjuntai. Kulihat Kalimba tersenyum saat melihat topeng bahgie yang kuletakkan tak jauh dari tempat persembunyianku.
“Masinta… kau dimana?” Kalimba berseru.
Aku menarik tubuhku lalu bersandar pada pohon ara.
“Aku ingin berterimakasih padamu karena telah sudi mengembalikan topeng yang selama ini kucari-cari.”
Aku diam.
“Tahu kah kau? Betapa bahagianya aku kini! Sebentar lagi aku akan bertemu kembali dengan Ibu kandungku. Setelah 6.000 tahun memendam rindu, akhirnya aku dapat kembali memelukknya. Masinta, kau dimana?” Kalimba memendar pandang, mencari-cariku mengelilingi bibir keloyang. Diperiksanya setiap pohon dan belukar, namun ia tak kunjung menemukanku.
Kalimba melangkah menuju peraduan. Berkali-kali ia mengetuk pintu dan menyerukan namaku, namun tak seorang pun yang membukakan pintu. Paman Usman sedang pergi mengail ikan di sungai dan baru akan pulang menjelang sore nanti.
“Kumohon, izinkan aku bertemu denganmu untuk kali terakhir, Masinta! Setidaknya aku bisa memeluk dan memandang senyummu saat melepas kepergianku…”
Kata-kata itu begitu lirih merobek-robek jantungku. Sungguh, aku ingin sekali  memeluknya. Ingin sekali tersenyum dan melambaikan tangan untuk melepas kepergiannya. Namun semua itu tak mungkin kulakukan. Wajahku tak cantik lagi. Wajahku kini buruk rupa. Dan jika dia tahu keadaanku ini, hatinya pasti akan semakin terluka.
“Masinta… aku harus pergi. Walau setelah ini kita takkanpernah bertemu lagi, namun kenangan yang telah kita toreh bersama di sini takkanpernah hilang dalam ingatan. Aku pasti akan selalu merindukanmu, Masinta…” bibir Kalimba bergetar.
Aku memalingkan wajahku. Tak sanggup kulihat kelopak matanya basah oleh air mata. Kurasakan angin berhembus kencang. Suara gemerincing lonceng berdentang riuh. Entah bagaimana wujud Kalimba saat mengenakan topeng bahgie, aku tak tahu. Yang kutahu hanya gemuruh kepak sayap kunang-kunang yang menghantar kepergiannya disertai dentang lonceng yang semakin meredup, jauh… jauh… jauh, dan… hilang!
*
Cahaya mentari telah tempias ke arah barat saat Paman Harun kembali. Wajahnya pucat sekali. Tak ada seekor ikan pun yang terlihat dalam kalangan[7] yang ditentengnya.
“Entah kenapa, hari ini ikan-ikan di sungai tak sudi mematuk pancingku.” Paman Harun mendesah berat lalu menolehku. Kernyit alisnya melihatku tak mengenakan topeng. Aku merapatkan selendang di kepala, berusaha menyembunyikan wajahku dari tatapannya yang tajam.
“Kau tak mengenakan topengmu?” Paman Harun semakin dalam memandangku.
Aku diam. Mataku bergerak-gerak gelisah.
“Apa yang telah terjadi? Dimana topeng itu?”
Tubuhku menggigil. Aku meringkukkan wajah.
“Masinta, kau kenapa? Kenapa kau diam saja?”
“Topeng itu…” bibirku bergetar.
“Adaapa dengan topeng itu?”
“Topeng itu—telah aku kembalikan pada pemiliknya…”
“Kalimba?!” Paman Harun terhenyak. Matanya membelalak.  “Oh… celaka! Sekarang keloyang telah kehilangan penjaganya! Dukun-dukun pemburu siluman itu pasti sebentar lagi akan menyerang kita!”
Aku menelan ludah. Apakah Kalimba yang dimaksud Paman Harun sebagai penjaga keloyang? Lalu siapa pula dukun-dukun pemburu siluman itu?
Paman Harun gegas mengambil kecapi emas dari dalam lemari. Serasa terhenti detak jantungku, saat Paman Harun menoleh, kulihat separuh wajahnya telah berwarna hijau! Oh… malapetaka apa lagi ini?! Belum sempat kuatur nafas, aku sudah dikejutkan lagi oleh tetabuh kompang[8] yang menjerit dari kejauhan disertai mantra-mantra uang bunian[9].
“Tolong kau jaga kecapi emas ini baik-baik!”
“Paman hendak kemana?”
“Mau tidak mau aku harus menghadapi dukun-dukun itu!”
Dari bibir jendela kulihat Paman Harun berlari ke tepi keloyang. Sementara bunyi tetabuh kompang kian menusuk-nusuk pendengaran. Kulihat Paman Harun menjerit-jerit kesakitan mendengar mantera-mantera yang terus dimuntahkan dukun-dukun keparat itu.
Byuurrr! Paman Harun melompat ke dalam keloyang. Seorang dukun sigap melempar jala. Saat jala itu diangkat, tampaklah seekor biawak menggelepar-gelepar terperangkap. Dukun-dukun itu mengikat mulut, tangan, dan kaki biawak itu dengan tali rotan lalu memasukkannya ke dalam kandulan[10].
Aku berlari ke semak-semak. Dari balik pohon ara kulihat mata biawak jelmaan Paman Harun itu sedang menatapku lirih. Dadaku semakin teriris-iris melihat air matanya mengalir deras. Sebentar lagi biawak itu pasti akan segera disembelih, dikuliti, dikeringkan, lalu dijadikan ramuan obat serta jimat.
Aku menjerit saat kulihat dukun-dukun itu pergi membawa biawak jelmaan Paman Harun meninggalkan keloyang. Kecapi emas di tanganku terhempas! Bunyi kretak kudengar kemudian, seperti cangkang telur yang menetas. Sejuta bulu-bulu halus terbang terbawa hembusan angin, berhamburan ke udara.
Dari kejauhan, kutangkap dentang lonceng bergemerincing riuh. Cahaya kunang-kunang berpendar memenuhi keloyang seperti hujan salju. Aku kian terpana saat melihat seorang bidadari berenang ke tepian lalu duduk di sebuah batu hitam. Tiba-tiba terdengar tangisnya sesengukkan. Aku melangkah menghampirinya.
“Sekian lama kucari-cari Purnama itu, ternyata ia kini ada di dekatku…” ucap bidadari itu seraya menyeka air mata. Suaranya kudengar aneh.
Purnama? Aku membatin heran.
Bidadari itu mengangkat wajahnya, menatapku. “Ya, Purnama. Dialah orang yang selama ini kucari-cari.”
Ya Tuhan… dia bisa membaca pikiranku? Lalu siapakah Purnama yang ia maksudkan itu?
“Kaulah Purnama yang kumaksud itu…”
“Ak… aku?” mataku membulat.
“Ya. Coba sekarang kau lihat wajahmu di keloyang.
Seperti orang bodoh, aku segera melangkah ke bibir keloyang lalu memandang bayanganku di permukaan air. Kulihat sesosok wanita berparas cantik sedang memandang ke arahku dengan penuh takjub. Ah, apa aku tengah bermimpi? Aku seperti melihat wanita cantik yang terkurung dalam lukisan Kalimba. Bukankah wanita dalam lukisan itu adalah Ibu Kalimba? Kenapa sekarang aku melihatnya sebagai bayanganku di permukaan air itu? Aku mengusap-ngusap wajahku tak percaya. Hei, wanita di permukaan keloyang itu pun mengusap-ngusap wajahnya!
“Ibu, bolehkah aku memelukmu sekarang?” bidadari itu mendekat.
“Ibu?! Kk… kau memanggilku Ibu…?”
Bidadari itu mengangkat kedua tangannya lalu membuka topeng yang melekat di wajahnya. Aku terbelakak! Wajah di balik topeng itu sungguh tampan! Dan betapa aku sangat mengenalnya!
“Kalimba??!” aku terpekik. Jantungku seperti terhempas ke tanah.
“Sekarang, bolehkah aku memelukmu, Ibu?”
Aku tak mampu berkata-kata. Perasaan bahagia dan haru meledak menjadi satu di jantungku. Betapa tidak, setelah sekian lama aku mengharapkan seseorang memanggilku ‘Ibu’, saat ini kata itu benar-benar kudengar dari mulut Kalimba.
“Tentu saja, anakku! Peluklah Ibu sepuas kau mau…” suaraku bergetar. Kristal-kristal bening berguguran deras dari kelopak mataku.
Angin mendesah lirih. Gerimis luruh dari bubungan awan mengiring haru yang berdentang di hatiku. Saat kuseka air mata, sebuah suara merdu mengeriap lembut memanggil namaku. Kurasakan derap kakinya semakin mendekat. Kalimba melepas pelukanku, lalu menoleh ke sumber suara itu.
“Telah kuciptakan kelanjutan syair Puan Serayu. Aku ingin kalian mendendangkannya kelak di surga bersamaku…,” ucapnya tersenyum sambil menyerahkan selembar kertas perak bersampul beludru ungu. Sementara tangan kirinya memeluk sebuah kecapi berwarna emas.
Kulihat, matanya berbinar-binar!
*
Adryan Yahya, guru SMP Islam Al-Uswah Pekanbaru

Kamis, 20 Oktober 2011

SELALU SEDIH

By AMIR HAMZAH

Hatiku sayang selalu sedih
selalu senduh semata salah
sekejap mencecap sedap kasih
paksa datang menyuruh lepas

Dalam hidup tiada berdaya
dalam genggam orang lain
kemana kata kemana mara
boneka daging tiada berasa

Tiada menyesal pada siapa
karena puncak telah tercapai
perlahan datang ketika turun
bagai bulan purnama penuh

Ada ketika dalam masa
segala ini lupa semua
rupamu silam beranjur sapur
lukisan senyum sasap semata

Sekali-kali tiada disangka
timbul tetap bayangmu tentu
kembali menangis hatiku rindu
kembali terdengar suaramu sayu

Ru tinggi puncaknya lemah
sawah lebar hijau setinjau
langit luas ditanggung gunung
pigura nyata merupa dimata

Engkau ada dalam semua
dalam lagu mengedar dunia
dalam cahaya cuaca cerah
dalam sendu kalbuku ragu

Selasa, 18 Oktober 2011

KUBANGKITKAN BADAN

               By AMIR HAMZAH Raja Pujangga Baru

Tiba aku di kaki gumung
naiki puncak hajat dikandung
bawan bekal kutanggung-junjung
pemarak api angan terlindung

Pengpas-pemanas perahu
penayang penebar dewa cahaya
penuntun alun kasih seia
penyala pelita tinggi terdiri

Perjalanan badan jauhlah sudah
jurang jambatan dititi teliti
jauh telentang disimpang siur
tenggelam-terbenam dirangkum-senyum

Habis iblis juara pemuka
sedap-malam pandanan bulan
dipadang lapang melenggang riang
kawanku sekutu bertepuk sorak

Kini badan telanjang bulat
hanya dikepala kujunjung buyung
bekalan buda bila berangkat
mendaki kaki bukit melangi

Kuteguk sereguk bekalmu ibu
lapang terpandang dilambung gunung
kebun zaitun diselang-gemilang
sungai sejuk berpantai urai

Kubangkitkan badan tiada bergaya
kini tinggi cemara gembira
karana nyawa didupa halia
kuat kokoh dipamur kapaur

Senin, 17 Oktober 2011

MATI

Aku bisa-bisa gila
hidup seperti ini
mengambang diatas awan dan tak tentu arah
ingin aku menghilang tapi sulit rasanya untuk mati

Cara Mengetahui Alamat Feed Blog

Cara Mengetahui Alamat Feed Blog - Muungkin diantara sahabat ada yang belum tau cara mengetahui alamat URL feed blog atau website sobat ?Padahal sobat lagi mencari-cari , misalnya untuk keperluan mensubmit . Gimana sih caranya mengetahui alamt feed blog kita ?

Cara Mengetahui Alamat Feed Blog sbb :

  • Buka blog kita di browser
  • Lalu klik kanan disembarang halaman blog kita
  • Klik "View Page Info"
  • Akan muncul jendela pop up
  • Klik tab "Feed"
  • Nah disitu akan muncul URL feed blog sobat ( jika memang blog sobat mendukung script RSS feed, tapi biasanya untuk CMS umum, sudah disediakan script RSS feed nya )
  • KLik pada salah satu URL feed yg ada
  • Lalu copy dan simpan sebagai data jika suatu waktu diperlukan untuk submit RSS feed blog kita.
  • Selesai

Kamis, 13 Oktober 2011

Bruno Mars - I'm Not The One (Lyrics)

Windows Live Messenger 2011 - Instant messaging (IM), video chat

Windows Live Messenger 2011 - Instant messaging (IM), video chat

Tips-Tips Menghasilkan Uang Lewat Blog | Blogguebo.com

Tips-Tips Menghasilkan Uang Lewat Blog | Blogguebo.com

Cara Masuk atau Login di Blogger

Bruno Mars- Who Are You (NEW SONG)!!!

Bruno Mars - Top Of The World w/Lyrics

bruno mars - never say you can't (with lyric)

Bruno Mars -Talking to the Moon (Official Music Cover by Chris Dablio)

It Gets Better: Bruno Mars - Today My Life Begins

It Gets Better: Bruno Mars - Today My Life Begins

Bruno Mars and Brandy - Long Distance (with lyrics!)

Bruno Mars - Today My Life Begins NEW 2011

One on One With Bruno Mars

Bruno Mars - The Other Side ft. Cee Lo Green & B.o.B

B.o.B - Nothin' On You [feat. Bruno Mars] (Video)

Travie McCoy: Billionaire ft. Bruno Mars [OFFICIAL VIDEO]

Bruno Mars - Grenade [Official Music Video]

Bruno Mars - Just The Way You Are [Official Video]

Bruno Mars - The Lazy Song [Official Video]

maher zain -Ya Nabi Salam Alyka

- ‎Thank you Allah - Maher Zain _HQ_‎‏.mp4

Maher Zain - Insya Allah in Indonesia (LIVE)

Maher Zain - Baraka Allahu Lakuma | Simfoni Cinta

Maher Zain - Hold My Hand | Simfoni Cinta

Maher Zain - Sepanjang Hidup | Simfoni Cinta

Maher Zain - For The Rest of My Life (Sounds of Light Sydney 2010)

Irfan Makki feat. Maher Zain - I Believe

AddThis :: Add-ons for Firefox

AddThis :: Add-ons for Firefox

Your Favorite Song

Your Favorite Song

Maher Zain- Ya Nabi Salam Alayka

ALhamdulillah (with lyrics) by Maher Zain

Daftar Lagu Rohani

Daftar Lagu Rohani

Tangga Lagu

Tangga Lagu

Maher Zain - For The Rest Of My Life Video